Cileunyi – SLBN Cileunyi menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan suasana yang sangat meriah dan khidmat pada hari Kamis, 11 September 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah sekaligus menjadi wadah bagi para siswa untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka. Oleh karena itu, seluruh warga sekolah, mulai dari siswa hingga guru, berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian acara.

Suasana Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SLB Negeri Cileunyi yang meriah.Ajang Kreativitas Seni Islami Siswa
Sejak pagi hari, para siswa sudah antusias mengikuti berbagai kegiatan. Acara diawali dengan lomba mewarnai bertema Islami yang mengasah kreativitas siswa. Setelah itu, suasana semakin semarak ketika para siswa dari berbagai rombongan belajar (rombel) naik ke atas panggung. Mereka menampilkan beragam kreasi seni yang memukau.
Misalnya, Rombel Siti Khadijah menampilkan gerak dan lagu “Bulan Maulid Tiba,” sementara Rombel Ibnu Sina membawakan lagu “Rindu MuhammadKu”. Tidak hanya itu, ada juga penampilan unik seperti peragaan busana dari Rombel Harun Ar-Rasyid dan lantunan shalawat merdu dari Rombel Ummi Maktum. Berbagai penampilan ini menunjukkan betapa besar semangat para siswa dalam merayakan Peringatan Maulid Nabi tahun ini.

Siswa SLBN Cileunyi menampilkan kreativitas dalam acara Peringatan Maulid Nabi.Momen Khidmat dan Penuh Makna
Setelah sesi penampilan seni, panitia melanjutkan acara ke rangkaian yang lebih formal. Suasana menjadi hening dan khidmat saat ananda Raifan melantunkan ayat suci Al-Qur’an dari Surat Al-Ahzab ayat 40-46. Kemudian, acara berlanjut dengan laporan dari ketua panitia dan sambutan dari kepala sekolah.
Puncak dari Peringatan Maulid Nabi ini adalah sesi tausyiah dan doa. Ustadz H. Zia Ulhaq, M.Pd., sebagai penceramah, menyampaikan pesan-pesan penting tentang meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa dan guru menyimak dengan saksama materi yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan kecintaan kepada Nabi Muhammad. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang makna
Menutup Acara dengan Kebersamaan
Sebagai penutup, seluruh warga sekolah menggelar tradisi
botram atau makan bersama di lingkungan kelas masing-masing. Tradisi ini bukan sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi. Pada akhirnya, kegiatan
Peringatan Maulid Nabi ini berhasil memadukan antara pendidikan karakter, kreativitas, dan kehangatan keluarga besar SLBN Cileunyi.
